Petani Pandeglang Banyak Belum Punya Poktan, Serapan Pupuk Banten Baru 43 Persen

Table of Contents


ANTERO PANDEGLANG -
Sejumlah petani di Kabupaten Pandeglang masih belum tergabung dalam kelompok tani (poktan). Kondisi ini menjadi salah satu persoalan yang ditemukan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten saat turun langsung menyerap aspirasi petani.

Intinya:

  • Banyak petani Pandeglang belum tergabung atau membentuk poktan.
  • Poktan menjadi bagian penting dalam mekanisme akses pupuk bersubsidi.
  • Alokasi pupuk bersubsidi Banten mencapai 150.974 ton, tetapi baru terserap 64.410 ton atau sekitar 43 persen per 23 September 2026.
  • Masih ada sekitar 86.564 ton pupuk bersubsidi yang belum terserap.
  • Distan Banten akan membantu petani membentuk poktan dan terus turun ke sentra pertanian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distan Banten Saiful Bahri mengatakan, masih banyak petani yang belum memiliki atau tergabung dalam poktan. Kondisi tersebut menjadi kendala karena kelembagaan petani berkaitan dengan mekanisme akses pupuk bersubsidi.

“Kita bantu untuk buat poktan agar bisa menebus pupuk di kios,” kata Saiful, Kamis (1/10/2026).

Menurut Saiful, persoalan penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pupuk. Kesiapan kelembagaan petani juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

“Ternyata kondisi di sini banyak petani yang tidak bergabung dengan kelompok tani atau dengan kata lain mereka belum membentuk kelompok,” ujarnya.

Distan Banten mendorong petani yang belum tergabung dalam kelembagaan agar segera membentuk poktan. Setelah terbentuk, poktan dapat berkoordinasi melalui gabungan kelompok tani (gapoktan).

Langkah tersebut dilakukan agar petani tidak mengalami kesulitan ketika akan menebus pupuk bersubsidi di kios yang telah ditentukan. Distan Banten juga akan membantu menyelesaikan kendala kelembagaan yang ditemukan di tingkat petani.

Persoalan kelembagaan ini menjadi perhatian karena penyerapan pupuk bersubsidi di Banten hingga kini masih rendah. Berdasarkan data per 23 September 2026, alokasi pupuk bersubsidi untuk Banten mencapai 150.974 ton.

Dari jumlah tersebut, realisasi penyerapan baru mencapai 64.410 ton atau sekitar 43 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 86.564 ton pupuk bersubsidi yang belum terserap.

Untuk pupuk urea, dari total alokasi 83.366 ton, baru terserap 31.789 ton. Sementara pupuk NPK dari alokasi 65.000 ton baru terealisasi 32.184 ton.

Angka tersebut membuat Distan Banten perlu memetakan persoalan secara langsung di lapangan. Sebab, urusan pupuk ternyata bukan cuma soal ada atau tidaknya pupuk, tetapi juga apakah petani sudah punya kelembagaan untuk mengaksesnya.

“Kita tahun ini malah penyerapannya rendah,” kata Saiful.

Saiful menambahkan, Distan Banten akan terus turun ke sentra pertanian dan berdialog dengan petani. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui persoalan yang menyebabkan rendahnya penyerapan pupuk bersubsidi.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan penyerapan pupuk sekaligus memastikan alokasi pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung produksi pertanian.

Penulis: