Gubernur Andra Soni Tegaskan Program Strategis Presiden Prabowo Berjalan Optimal di Banten

Table of Contents

Gubernur Andra Soni Tegaskan Program Strategis Presiden Prabowo Berjalan Optimal di Banten

BANTEN, ANTERO NEWS 
- Gubernur Banten Andra Soni menegaskan implementasi program-program strategis Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Banten telah terlaksana dengan baik dan optimal. Pemerintah Provinsi Banten juga memperkuat program turunannya melalui berbagai kebijakan agar manfaat program pro kerakyatan dirasakan lebih luas.

Menurut Andra Soni, Program Sekolah Rakyat atau Integrasi Komprehensif Sekolah Rakyat telah berdiri di enam wilayah di Provinsi Banten. Di Kabupaten Tangerang terdapat Sekolah Rakyat Terintegrasi Politeknik Penerbangan Indonesia dan Sekolah Rakyat Terintegrasi Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan di Kecamatan Curug.


Selain itu terdapat Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Kota Tangerang Selatan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 Serang di Kota Serang, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

“Untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa, di Sekolah Rakyat Terintegrasi itu kita kolaborasi bersama UPTD latihan kerja baik milik Pemprov Banten yang berada di Tangsel maupun BBPVP di Serang,” kata Gubernur Banten Andra Soni.

Program Sekolah Garuda Transformasi telah berjalan di empat sekolah, yaitu SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), MA Ibad Ar Rahman, SMA Labschool Cirendeu, dan SMA Kharsma Bangsa.

“Dii Sekolah Garuda itu tidak hanya memberikan beasiswa penuh bagi siswa berpotensi dari keluarga tidak mampu, tapi untuk memastikan kurikulum standar internasional yang diterapkan berjalan baik dilakukan juga pembinaan oleh tim pakar dari sejumlah kampus ternama seperti UI, ITB dan UNJ,” jelasnya.

Pemprov Banten juga menjalankan Program Sekolah Gratis bagi sekolah swasta dan Madrasah Aliyah (MA) swasta. Pada tahun pertama pelaksanaan terdapat 60.705 siswa kelas X penerima manfaat dari 801 sekolah swasta serta 10.000 penerima manfaat untuk MA pada tahun ajaran 2026-2027.

Untuk memperluas daya tampung sekolah negeri, Pemprov Banten membangun tiga Unit Sekolah Baru (USB) dan Ruang Kelas Baru (RKB) pada 2026.

“Kami juga telah merevitalisasi 52 sekolah di tahun 2025 dan di 2026 ini ada 81 sekolah baik sekolah negeri maupun swasta yang sedang dilakukan revitalisasi,” tambahnya.


Di sektor ketahanan pangan, Provinsi Banten masuk delapan daerah produksi padi terbesar nasional pada tahun 2025 dengan total produksi padi mencapai 1.774.017 ton GKG.

“Di tengah kondisi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Kondisi komoditas pangan strategis kami masih terpenuhi dengan margin yang sangat aman,” ujarnya.

Dukungan Provinsi Banten terhadap program 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah telah terealisasi sebesar 88,75 persen atau 5.108 unit yang sudah resmi terjual dari total ketersediaan sebanyak 5.755 unit.

Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) jalan daerah tahun 2025 di Provinsi Banten mencapai 21,13 kilometer yang berfokus pada pembangunan jalan beton setebal 20 cm di tujuh ruas jalan yang tersebar di Kota Serang, Kabupaten Serang, Pandeglang, Tangerang, dan Lebak.

“Sementara untuk jalan yang menggunakan material aspal, kami menggunakan pengerasan aspal lentur 4 cm. Seluruh proyek ini juga dilengkapi dengan pembangunan infrastruktur pendukung, seperti saluran air beton, gorong-gorong, serta dinding pasangan batu,” jelas Andra.

Andra Soni mengatakan kebijakan Inpres diperluas melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) serta pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Pada 2025, Pemprov Banten membangun 62 infrastruktur desa sepanjang 67,87 km dan akan ditambah 46,71 km pada 2026.

Total luas areal irigasi mencapai 29.221 hektar dengan rerata kondisi jaringan berada di tingkat 68,70 persen dan total panjang saluran mencapai 333.096 meter.

“Prasarana, sarana dan utilitas lainnya mencapai 407 kilometer pada tahun 2025 dan 1.200 titik jalan yang akan diselesaikan pada 2026,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten telah mencapai 3.502.238 penerima manfaat yang terdiri atas siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan total SPPG aktif sebanyak 1.337 unit yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

“Untuk capaian Program Cek Kesehatan Gratis,(CKG) di Provinsi Banten sudah mencapai 3.211.652 penerima manfaat,” ujarnya.

Untuk Program Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP), sebanyak 740 koperasi telah beroperasi di Provinsi Banten, sedangkan 538 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan. (ADV)

Penulis: NUR