Tangani Jajanan Berbahaya, 50 SD di Tangerang Siapkan Inspektur Pangan Cilik
Table of Contents

TANGERANG | ANTERO NEWS – Pemerintah Kota Tangerang melatih siswa dari 50 sekolah dasar untuk menjadi Inspektur Pangan Cilik yang bertugas mengawasi keamanan jajanan di lingkungan sekolah. Program ini menyasar pelajar usia 9–12 tahun sebagai pengawas pangan sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari kampanye hidup sehat sekaligus inovasi dalam meningkatkan keamanan pangan.
“Sejak tahun lalu kami rutin melatih anak-anak untuk menjadi Inspektur Pangan Cilik. Langkah ini menjadi inovasi untuk meningkatkan keamanan pangan sekaligus memastikan jajanan di sekolah dalam kondisi bersih, sehat, dan bergizi,” ujar Dini usai membuka pelatihan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (25/8/2025).
Menurut Dini, pelatihan ini dirancang untuk mengantisipasi beredarnya jajanan yang tidak memenuhi standar kesehatan, seperti mengandung zat berbahaya, pewarna, atau pengawet. Ia menyebut survei terbaru menunjukkan sekitar 20 persen jajanan sekolah di Kota Tangerang masih tergolong tidak layak konsumsi.
“Anak-anak kami latih dengan cara yang menarik agar mereka bisa membantu melakukan pengawasan sekaligus memberi edukasi tentang gaya hidup sehat kepada teman-teman di sekolahnya,” tambahnya.
Program ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SD Anak Terang Tanah Tinggi, Hartaty Elvrida Hutasoit, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam membangun kesadaran sejak dini.
“Kami menyambut positif program ini karena bisa mendorong anak-anak terbiasa mengonsumsi jajanan sehat, sekaligus ikut mengawasi kualitas makanan di kantin sekolahnya masing-masing,” ungkap Hartaty.
Hingga saat ini, Pemkot Tangerang memastikan pelatihan Inspektur Pangan Cilik akan terus digelar secara rutin setiap tahun untuk memperluas jangkauan pengawasan jajanan sehat di sekolah dasar.