Banten  

TPPS Provinsi Banten Terus Perkuat Penanganan Stunting Demi Capai Target Nasional

TPPS Provinsi Banten Terus Perkuat Penanganan Stunting Demi Capai Target Nasional

ANTERO NEWS – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Banten terus mengintensifkan upaya penanganan stunting dengan pendekatan multisektor dan melibatkan berbagai pihak terkait. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung penurunan angka prevalensi stunting di wilayah tersebut. Angka prevalensi stunting di Provinsi Banten telah mengalami penurunan sebesar 4,5 persen, dari 24,5 persen menjadi 20 persen pada tahun 2022. Saat ini, Provinsi Banten berkomitmen untuk mencapai target nasional yang telah ditetapkan, yaitu 14 persen pada tahun 2024.

Pernyataan ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Virgojanti, dalam acara Evaluasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Banten Tahun 2023, yang berlangsung di Hotel Aston, Kota Serang, pada Selasa (10/10/2023).

Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Banten, Virgojanti
Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Banten, Virgojanti

Virgojanti menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Banten serta Kabupaten/Kota hingga tingkat Desa/Kelurahan. Dukungan anggaran untuk program ini mencapai jumlah yang signifikan, yaitu sekitar Rp739.082.950.322 yang tersebar di 20 OPD, dengan dana yang bersumber dari APBD Kabupaten/Kota, APBN, CSR, DAK fisik dan DAK non fisik, serta sumber dana lainnya.

Salah satu inovasi yang diungkapkan oleh Virgojanti adalah penggunaan aplikasi e-dasawisma yang telah diluncurkan oleh TP PKK Provinsi Banten. Dalam aplikasi ini, data anak-anak yang mengalami stunting per Februari 2023 mencapai angka 29.794, dengan jumlah anak yang telah pulih mencapai 18.152. Namun, masih ada 11.642 anak yang masih dalam proses penanganan.

Virgojanti juga menyoroti pencapaian dalam intervensi spesifik yang telah mencapai target, seperti indikator tablet tambah darah bagi remaja putri dan Balita Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang menjadi yang tertinggi pertama di seluruh Indonesia dalam pemberian makanan pendamping ASI. Namun, masih terdapat beberapa indikator yang belum memenuhi target, seperti calon Pasangan Usia Subur (PUS) yang harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan nikah, serta target sasaran yang harus memiliki pemahaman yang baik tentang stunting di lokasi prioritas.

Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Banten, Virgojanti
Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Banten, Virgojanti

Virgojanti juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 532.580 keluarga berisiko stunting di Provinsi Banten berdasarkan hasil pemutakhiran pendataan keluarga pada tahun 2022.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Yb. Satya Sananugraha, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan roadshow yang telah dilakukan sebelumnya.

Satya menjelaskan bahwa Provinsi Banten telah mencapai penurunan stunting yang cukup signifikan, sehingga pemerintah pusat memberikan bantuan dana insentif fiskal sebagai bentuk apresiasi. Karena nilai absolutnya dan jumlah penduduk yang besar, Provinsi Banten menjadi salah satu daerah prioritas yang mendapatkan dukungan khusus dalam penanganan stunting.

“Kita harapkan dengan kegiatan ini percepatan penurunan stunting di Banten dapat kembali cepat ditekan, sehingga Banten bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya penanganan stunting,” pungkas Satya.

Dengan komitmen dan upaya bersama, Provinsi Banten terus bergerak maju dalam mengatasi masalah stunting yang menjadi tantangan serius dalam pemenuhan kesejahteraan anak-anak di wilayah ini.

Tinggalkan Balasan