Berikut 6 Partai yang paling banyak memenangkan Pilkada 2018

oleh

6-partai-ini-paling-banyak-memenangkan-pilkada-2018

Pertempuran untuk partai politik dalam pemilihan 2018 telah selesai. Hasil Pilkada 2018 sekaligus penghitungan cepat telah diilustrasikan siapa calon kepala daerah yang menang. Dari hasil perhitungan cepat lembaga survei dapat dilihat pihak-pihak yang berada di posisi teratas untuk memenangkan pilkada di beberapa provinsi dan kota.

Partai mana saja yang calon-calonnya paling banyak menang:

1. Partai Nasdem menang di 11 provinsi

Dalam pemilihan tahun 2018, menurut perhitungan cepat pasangan cagub-cawagub yang dibawa oleh NasDem menang di 11 provinsi dari 17 provinsi yakni di Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, NTT, Tenggara Sulawesi, Papua, dan Maluku.

Ketua Partai NasDem Surya Paloh mengatakan pencapaian ini melebihi target yang ditetapkan oleh DPP. Prestasi ini, lanjutnya, pencapaian besar untuk partainya masih muda 6,5 tahun. Dia berterima kasih kepada semua orang yang mendukung NasDem. “Saya berterima kasih atas segala perhatian dan support yang telah diberikan,” jelasnya.

2. PAN menang di 10 provinsi

Peringkat kedua sebagai partai politik yang memenangkan banyak kemenangan di pilgub di 10 provinsi dari 17 provinsi bersama dengan partai koalisinya. Berikut 10 provinsi dimenangkan oleh PAN sebagai berikut: Pilgub Sumatera Utara, Pilgub Sumatera Selatan, Pilgub Lampung, Pilgub Riau, Pilgub Jawa Timur, Pilgub Bali, Pilgub Sulawesi Selatan, Pilgub Maluku dan Pilgub Papua.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, karena dari 17 calon Pilgub yang didukung oleh PAN bisa menang di 10 tempat. Dia berharap semua pemenang di Pilkada dapat menjalankan tugasnya dan memenuhi janji-janji kampanye. “Jadi kami berterima kasih dipercaya di 10 tempat bersama pihak lain karena enggak mungkin sendiri, ada banyak pihak yang dipercaya melaksanakan tugas untuk mewujudkan kabupaten atau kota dan provinsi,” katanya.

3. Golkar dan Hanura memenangkan di 9 provinsi

Golkar and Hanura both won congregation in 9 provinces in elections simultaneously 2018. Golkar won in East Java Pilgub, Pilgub Central Java, Pilgub Sumut, Pilgub Lampung, Pilgub West Kalimantan, Pilgub NTT, Pilgub Sultra, Pilgub North Maluku and Pilgub Papua.

The Hanura party has also won in East Java Pilgub, Pilgub North Sumatra in Pilgub North Sumatra, South Sumatra Pilgub, Pilgub Bali, Pilgub NTT, Pilgub Maluku and Pilgub Papua.

4. PPP dan PKS menang di 7 provinsi

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari dua partai Islam yang sama-sama menang dengan memenangkan Pilkada secara serentak di 7 provinsi. Kemenangan PPP di Pilgub Jabar, Pilgub Jateng, Pilgub Jawa Timur, Pilgub Kalbar, Pilgub Maluku, Pilgub Maluku Utara dan Pilgub Papua.

Sementara itu, PKS dan partai koalisi menang di Pilgub Sumatra Utara, Pilgub Riau, Pilgub Kalimantan Barat, Pilgub Kalimantan Timur, Pilgub Sulawesi Selatan, Pilgub NTB dan Pilgub Papua.

4 Petahana di Pilkada 2018 yang menang lagi dan sulit dikalahkan

Siapa saja petahana yang berhasil menang lagi?

Pemilihan elektoral 2018 masih didominasi oleh calon petahana. Hasil quick count atau quick count terlihat banyak petahana menang atas lawannya. Meski hasil nyata KPU belum diumumkan, tetapi hasil perhitungan cepat bisa ditarik siapa pemenangnya.

1. Ganjar Pranowo menang telak

Hasil cepat sejumlah lembaga survei menyebutkan cagub-cawagub nomor satu Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Taj Yasin menang atas saingan cagub-cawagub Jawa Tengah nomor urut Sudirman Said dan Ida Fauziyah. Hasil penghitungan cepat dilakukan Saiful Mujani Research Center (SMRC), pasangan Ganjar-Taj Yasin mengantongi 58,58 persen suara. Sementara saingannya yaitu Sudirman Said dan Ida Fauziyah hanya mendapatkan 41,42 persen suara.

Hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh lembaga survei Indobarometer juga menempatkan Ganjar Pranowo jauh di depan pesaingnya yaitu Sudirman Said. Ganjar dan Taj Yasin meraih 56,74 persen suara. Sementara pasangan Sudirman Said dan Taj Yasin meraih 43,26 persen suara.

2. Rahmat Effendi unggul atas lawannya

Media National Survey (Median) melakukan quick count di Piwalkot Bekasi, Rabu (27/6). Hasilnya, calon petahana, Rahmat Effendi-Tri Adhianto, unggul dari pasangan Nur Supriyanto – Adhy Firdaus. Berdasarkan data yang diterima dari situs resmi Median, pasangan Rahmat Effendi menerima suara hingga 68,29 persen, sementara lawannya adalah 31,71 persen. Dengan hasil hitungan cepat, Rahmat Effendi masih belum bisa dikalahkan.

3. Bima Arya unggul suara di semua kecamatan

Hasil penghitungan cepat Pilkada Kota Bogor dari Charta Politika memenangkan pasangan Bima Arya Sugiarto-Dedie Rachim, Rabu (27/6). Pasangan incumbent melakukan pemungutan suara di semua kecamatan. Raihan suara pasangan calon nomor tiga ini paling banyak di Kabupaten Bogor Utara. Di sana, Bima-Dedie menghasilkan hingga 48 persen.

Posisi kedua ditempati pasangan Achmad Ru’yat – Zaenul Mutaqin dengan perolehan 30,67 persen. Sementara di posisi ketiga ditempati oleh Edgar Suratman-Sefwelly pasangan Gynanjar dengan perolehan 12,69 persen.

4. Petahana Bupati Cirebon

Kandidat Bupati Petahana Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra – Imron (So Jaya) juga menang. Pasangan nomor dua mengklaim kemenangan versi perhitungan cepat dari Lembaga Penelitian dan Analisis Kebijakan (RIAK). Berdasarkan perhitungan cepat versi petahana, tim memperoleh 45 persen suara dari 350 tempat pengambilan sampel. Sementara itu, total TPS di Kabupaten Cirebon adalah 3,650.

Tinggalkan Balasan