Kejaksaan Tinggi Soroti Pungli Parkir Liar di Banten Lama

  • Bagikan
Kejaksaan Tinggi Soroti Pungli Parkir Liar di Banten Lama
Kajati Banten Reda Mantovani dan Kadis Perkim Banten Rachmat Rogianto saat bertemu dengan kenadziran Banten

ANTERONEWS.COM, SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menyoroti parkir liar serta pungli di kawasan Banten Lama. Kejati-Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Banten dan mengajak kenaziran Banten untuk kerja sama tata kelola di wilayah itu.

Untuk melakukan penataan, Kajati Banten Reda Manthovani dan Kadis Perkim M Rachmat Rogianto bertemu dengan kenaziran Kesultanan Banten Kh Tb Ahmad Syadzili . Mereka membicarakan untuk pengelolaan kawasan wisata religi ini agar tertata lebih baik.

“Ini sebenarnya memberi support, men-trigger ini sudah tertata bagus, gimana supaya nggak semrawut lagi, itu perlu ada pengelolaan bersama. Makanya, kedatangan kami ke sini menyampaikan ke kasepuhan Banten Lama, bareng-bareng yuk dengan pemprov, kabupaten, kota ini bagaimana menata parkiran, jalur masuk supaya nggak juga ada pungutan liar,” kata Reda, Rabu (6/10/2021).

Pungli, katanya, bisa jadi temuan penegak hukum dan bisa kena OTT. Pengelolaan jika bisa dilakukan bersama agar bisa jadi pendapatan daerah. “Habis itu bisa untuk perawatan, ini kan (Banten Lama) butuh perawatan. Peran Kejati mendorong supaya menjaga, yuk jalan bareng-bareng,” tuturnya.

Makanya, ia mengajak Dinas Perkim bertemu dengan kasepuhan di Banten Lama. Harapannya, generasi muda di kawasan itu juga sadar dan bisa memanfaatkan kawasan wisata ini.

“Harapan kita iuran biaya masuk sekali pungut sampai dalam. Kecuali mau dagang, jualan itu hak pedagang,” ujar Reda.

Pihak kenaziran Banten lama pun menyetujui adanya tata kelola lebih baik di daerah eks kesultanan Islam ini. Apalagi, sudah ada dukungan dari generasi mudanya untuk mendorong pola kerja sama ini.

Kadis Perkim Banten Rachmat Rogianto menjelaskan secara keseluruhan penataan Banten Lama sudah rampung, kecuali untuk pembangunan Islamic Center. Pemprov Banten, kata dia, hanya menata dan tidak mengganggu ke bangunan atau situs yang jadi cagar budaya.

“Jadi tadi ketemu terkait pengelolaan Banten Lama. Kita menata, tidak membangun yang baru,” kata Rachmat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan