Ragam Jenis Kulit Sapi Terbaik Untuk Tas, Sepatu dan Dompet

  • Bagikan
Jenis Kulit Sapi Terbaik
Jenis Kulit Sapi Terbaik

ANTERO NEWS – Kerajinan kulit sedang digandrungi sekarang ini. Mulai dari tas, dompet, jaket, id card holder, dompet kartu, gelang, sabuk, dan berbagai macam kerajinan terbaik lainnya.

Kulit yang biasanya digunakan kulit sapi, tapi bisa juga menggunakan kulit dari hewan lainnya. Ada yang pakai kulit domba, ular, buaya, atau ikan pari.

Jenis kulit sapi crazy horse

Jenis kulit sapi crazy horse
Jenis kulit sapi crazy horse

Kulit crazy horse merupakan jenis kulit yang memiliki motif yang terkesan tua atau vintag, dengan tekstur bahan layaknya kulit pull-up. Ketika ditarik, jenis kulit crazy horse akan lebih terang setingkat dibandingkan warna sebelumnya. Teksturnya lembut dan terkesan lebih alami.

Jenis kulit crazy horse di peroleh dari hasil finishing bahan kulit. Finishing yang dilakukan pada kulit full grain yang diamplas kemudian beri lapisan wax atau lilin menghasilkan jenis kulit crazy horse. Untuk mendapatkan efek seperti itu digunakan jenis lilin khusus. Lilin inilah yang mampu menguatkans erat serat kulit binatang menjadi lebih kuat.

Apalagi ketika di gosok. Tak hanya itu finishing yang dilakukan untuk membuat kulit crazy horse juga membuat hasilnya terlihat lebih klasik, vintage dan elegan.

Kulit sapi nabati (vegetable leather)

Kulit sapi nabati (vegetable leather)
Kulit sapi nabati (vegetable leather)

Kulit nabati ini disamak dengan bahan alami tidak pakai bahan kimia, karakter kulit nabati kaku dan warnanya lebih ke merah muda namun ada juga yang terlihat berwarna putih. Semua itu tergantung dari proses penyamakan sih.

Kulit nabati tidak menggunakan minyak perwarna yang dapat menutup permukaan kulit. Tapi, para penggemar lether goods malah lebih suka warna asli yang bisa menunjukkan ciri khas dari kulit sapi.

Kulit Pull-Up (Pull-Up Leather)

Kulit jenis ini yang paling banyak beredar di pasaran. Soalnya, kulit pull-up itu sifatnya sangat lentur, jadi lebih mudah diolah jadi berbagai macam produk kerajinan kulit.

Proses penyamakan kulit ini menggunakan bahan kimia, Kulit pull-up ini juga merupakan proses lanjutan dari jenis finish leather.

Kulit finish lather yang sudah selesai kemudian ditarik sampai melar, sehingga didapatkan kulit yang lebih tipis. Nah, karena lebih tipis maka kulit akan lebih mudah dibentuk. Mungkin karena proses penarikan ini juga ya namanya jadi kulit sapi pull-up.

Warna kulit ini sedikit memudar, jadi akan punya keunikannya sendiri. Ada kesan klasik atau vintage ketika produk kulit menggunakan pull-up.

Kulit Full Grain (Finish Leather)

Kulit sapi full grain merupakan jenis bahan kulit yang prosesnya utuh tanpa mengubah struktur permukaan kulit aslinya. Jadi pori-pori di permukaan kulit masih natural. Tekstur kulit pun masih bisa terlihat dengan jelas.

Proses penyamakan kulit ada beberapa proses penting, sampai akhirnya proses yang dinamakan finishing. Nah, setelah finishing, terbagi 2 jenis kulit, full grain dan corected grain.

Full grain merupakan kulit finishing yang tidak dimodifikasi sama sekali permukaannya (grain kulit). Jadi, motif dari pori-porinya masih original.

Beda lagi dengan corected grain, jenis yang ini pori-porinya sudah dimodifikasi. Caranya dengan mengamplas (buffing) ataupun pengecetan (roll coating). Sehingga, permukaan dari kulitnya sudah nggak seperti kulit asli.

Kedua finish leather ini sedikit mirip, tapi kalau kamu jeli, tentu bisa membedakan. Kamu bisa lihat dari pori kulitnya, jika sudah biasa, akan mudah membedakan mana yang sudah dimodifikasi dan yang belum.

Kulit Suede

Bahan kulit sapi suede teksturnya cenderung lebih lembut tetapi berserabut. Serabut pada bahan suede dikarenakan yang diolah itu kulit bagian dalam. Kulit disamak, lalu diamplas dan disikat sampai didapatkan permukaan yang berbulu-bulu halus.

Kulit sapi suede memiliki karakter yang tipis dan lembut. Harga dari kulit ini pun lebih mahal dibandingkan dengan jenis kulit lainnya. Biasanya, bahan jenis ini digunakan untuk pembuatan sepatu, tas, dan sandal.

Sepatu yang menggunakan suede biasanya lebih disukai anak-anak muda. Sepatu kulit sapi suede kesannya tidak terlalu formal dan lebih santai. Tapi, kelemahan sepatu dengan bahan suede adalah mudah kotor. Sepatu akan berubah warna jika terkena air, jahitan di sepatunya pun lebih mudah copot atau tertarik.

Jadi, produk dari kulit suede perlu perawatan khusus sesuai dengan karakter dari kulit ini. Hal ini mungkin penting ketika kamu memilih membeli produk kulit berbahan suede.

Kulit Krom (Brush-Off Leather)

Jenis kulit ini merupakan kulit dengan harga yang paling tinggi. Harga yang tinggi dikarenakan prose pembuatannya rumit. Muliai dari penyamakan kulit sampai pemberian minyak.

Bahan jenis ini memiliki ciri khas permukaan yang mengkilap dan halus. Kulit ini memiliki kelebihan lho, yaitu mudah dibersihkan. Kenapa gampang dibersihin? Karena, kulit ini dilapisi dengan bahan yang dapat melindungi seperti akrilik.

Dengan perlindungan seperti itu, permukaan kulit akan menjadi mengkilap, licin, dan warnanya lebih terang. Kulit krom ini juga lebih tebal daripada jenis lainnya, tapi sangat lentur lho.

Kalau kamu perhatikan, permukaan kulit krom sangat halus. Kamu tidak bisa melihat lagi serat-serat khas kulit sapi. Biasanya, kulit jenis ini digunakan untuk bahan sepatu formal, seperti sepatu oxford, sepatu pantofel, dan dress shoes profesional.

Kulit Nubuck

Bahan kulit nubuck termasuk jenis kulit yang premium. Nama nubuck diambil dari kata new and buck. Kalau dilihat sekilas, bahan nubuck ini mirip dengan kulit suede. Proses pengolahannya pun juga nggak jauh berbeda, perbedaan hanya terletakk pada lapisan kulit yang digunakan.

Kalau suede dibuat dari bagian dalam kulit sapi, nah nubuck ini menggunakan bagian luarnya. Setelah diolah sedemikian rupa, permukaan kulit selanjutnya diamplas atau disikat. Gunanya adalah untuk menghilangkan kulit bagian atas sampai muncul tekstur halus dan rata.

Proses yang dilakukan untuk pembuatan nubuck ini cukup lama. Hal ini karena saat pengamplasan harus dengan kecermatan yang tinggi. Kalau pengamplasan dilakukan dengan tekanan yang berbeda, maka serabut yang muncul tidak rata. Tentu saja hal itu akan memengaruhi warna pada permukaan kulit nubuck.

Kalau dilihat, penampilan kulit nubuck yang nggak rata jadi ada perbedaan warna gelap dan terang. Hal inilah mungkin yang membuat harga jual kulit nubuck lebih tinggi.

Lumayan menarik kan mempelajari bermacam kulit sapi. Setelah tahu jenisnya, kamu bisa membelinya pada penjual atau pengrajin kulit. Biasanya sih dijual lembarang gitu, untuk bahan baku pembuatan produk kulit.

Kalau ditanya, jenis kulit sapi terbaik itu apa? Kulit paling bagus apa?

Tentu jawabannya akan berbeda-beda. Tergantung kamu akan membuat produk apa. Ada macam-macam produk kulit soalnya. Dan tentu itu membutuhkan macam kulit yang berbeda pula.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan