Cara Menghitung Pajak PPN 11% dan PPh Sesuai DPP

Cara Menghitung Pajak PPN 11% dan PPh Sesuai DPP

Pajak merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap wajib pajak, baik perorangan maupun badan usaha. Salah satu jenis pajak yang sering dikenakan adalah pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh). PPN adalah pajak yang dikenakan atas penyerahan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP) di dalam negeri. PPh adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak dalam satu tahun pajak.

Untuk menghitung PPN dan PPh, kita perlu mengetahui dasar pengenaan pajak (DPP) terlebih dahulu. DPP adalah jumlah harga jual, penggantian, nilai impor, nilai ekspor, atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menghitung PPN 11% dan PPh sesuai DPP dengan contoh kasus yang mudah dipahami.

Contoh Kasus

Misalkan Anda adalah seorang pengusaha yang menjual barang kena pajak dengan harga Rp 100.000 per unit. Anda juga harus membayar biaya pengiriman sebesar Rp 10.000 per unit. Selain itu, Anda juga harus membayar PPh pasal 22 sebesar 1,5% dari DPP dan PPh pasal 23 sebesar 2% dari DPP atas jasa pengiriman. Bagaimana cara menghitung PPN 11% dan PPh sesuai DPP?

Langkah-langkah Menghitung PPN 11% dan PPh Sesuai DPP

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghitung PPN 11% dan PPh sesuai DPP:

  1. Tentukan nilai belanja termasuk PPN. Nilai belanja termasuk PPN adalah jumlah harga jual ditambah biaya pengiriman ditambah PPN. Rumusnya adalah:

    Nilai belanja termasuk PPN = (Harga jual + Biaya pengiriman) x (1 + Tarif PPN)

    Dengan menggunakan data contoh kasus, kita dapat menghitung nilai belanja termasuk PPN sebagai berikut:

    Nilai belanja termasuk PPN = (Rp 100.000 + Rp 10.000) x (1 + 11%)

    Nilai belanja termasuk PPN = Rp 122.100

  2. Tentukan DPP. DPP adalah nilai belanja termasuk PPN dibagi dengan faktor pembagi. Faktor pembagi adalah angka yang didapat dari penjumlahan tarif PPN dengan angka 1. Rumusnya adalah:

    DPP = Nilai belanja termasuk PPN / Faktor pembagi

    Faktor pembagi = 1 + Tarif PPN

    Dengan menggunakan data contoh kasus, kita dapat menghitung DPP sebagai berikut:

    Faktor pembagi = 1 + 11%

    Faktor pembagi = 1,11

    DPP = Rp 122.100 / 1,11

    DPP = Rp 110.000

  3. Tentukan PPN yang harus dipungut. PPN yang harus dipungut adalah hasil perkalian antara DPP dengan tarif PPN. Rumusnya adalah:

    PPN yang harus dipungut = DPP x Tarif PPN

    Dengan menggunakan data contoh kasus, kita dapat menghitung PPN yang harus dipungut sebagai berikut:

    PPN yang harus dipungut = Rp 110.000 x 11%

    PPN yang harus dipungut = Rp 12.100

  4. Tentukan PPh pasal 22 yang harus dipungut. PPh pasal 22 yang harus dipungut adalah hasil perkalian antara DPP dengan tarif PPh pasal 22. Rumusnya adalah:

    PPh pasal 22 yang harus dipungut = DPP x Tarif PPh pasal 22

    Dengan menggunakan data contoh kasus, kita dapat menghitung PPh pasal 22 yang harus dipungut sebagai berikut:

    PPh pasal 22 yang harus dipungut = Rp 110.000 x 1,5%

    PPh pasal 22 yang harus dipungut = Rp 1.650

  5. Tentukan PPh pasal 23 yang harus dipotong. PPh pasal 23 yang harus dipotong adalah hasil perkalian antara DPP dengan tarif PPh pasal 23. Rumusnya adalah:

    PPh pasal 23 yang harus dipotong = DPP x Tarif PPh pasal 23

    Dengan menggunakan data contoh kasus, kita dapat menghitung PPh pasal 23 yang harus dipotong sebagai berikut:

    PPh pasal 23 yang harus dipotong = Rp 110.000 x 2%

    PPh pasal 23 yang harus dipotong = Rp 2.200

  6. Hitung total pajak yang harus dibayar. Total pajak yang harus dibayar adalah jumlah dari PPN yang harus dipungut, PPh pasal 22 yang harus dipungut, dan PPh pasal 23 yang harus dipotong. Rumusnya adalah:

    Total pajak yang harus dibayar = PPN yang harus dipungut + PPh pasal 22 yang harus dipungut + PPh pasal 23 yang harus dipotong

    Dengan menggunakan data contoh kasus, kita dapat menghitung total pajak yang harus dibayar sebagai berikut:

    Total pajak yang harus dibayar = Rp 12.100 + Rp 1.650 + Rp 2.200

    Total pajak yang harus dibayar = Rp 15.950

Kesimpulan

Dari contoh kasus di atas, kita dapat mengetahui cara menghitung PPN 11% dan PPh sesuai DPP dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Tentukan nilai belanja termasuk PPN
  • Tentukan DPP
  • Tentukan PPN yang harus dipungut
  • Tentukan PPh pasal 22 yang harus dipungut
  • Tentukan PPh pasal 23 yang harus dipotong
  • Hitung total pajak yang harus dibayar

Dengan demikian, kita dapat mengetahui besarnya pajak yang terutang atas penjualan barang kena pajak atau jasa kena pajak di dalam negeri. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam menghitung pajak sesuai DPP. Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih!

Tinggalkan Balasan