Kenali Ciri-Ciri Berita Hoax, Kamu Harus Tahu

oleh
4. Artikel copy paste
Artikel hoax kebanyakan hanya copi paste. Kadang hanya merubah judul, kadang artikelnya berasar dari grup WA. Tak heran kadang dipenuhi dengan tanda *, _, maupun ~. Nah, untuk mengetahuinya cobalah cek di Google Search dengan topik yang senada. Kalau mendapati kesamaan, kamu dapat menandainya sebagai laman tak terpercaya. Dan jangan pernah buka lagi laman itu.
 
5. Mencomot nama artis atau ustadz terkenal, atau pun brand perusahaan
Hoax seringkali hendak menduplikat sebuah brand perusahaan, organisasi, maupun personal. Hal ini dimaksudkan untuk mengelabuhi pembaca seolah-olah berita tersebut dari sumber terpercaya. Coba carilah akun yang mempunyai kemiripan dan pilihlah akun yang telah terverifikasi. Biasanya ada lencana centang biru untuk Twitter, Facebook dan Instagram. Pastikan membaca alamat web dengan benar, karena biasanya dibuat mirip dengan aslinya. Seperti whatsappx.org atau newsdetik.blogspot.com dan lain sebagainya.
 
6. Menggunakan domain gratisan
Bila artikel tersebut terposting di blog, maka kebanyakan blog yang digunakan hanyalah blog gratisan. Biasanya yang sering digunakan adalah …blogspot.com, …wordpress.com, …heck.in, dan lainnya. So biasakan untuk melihat url situs saat anda membaca artikel dan berita.
Berhati-hati pula saat kamu membaca artikel dari situs berdomain .ml/… .ga/… .cf/…. dan .tk/…, contoh http://newdetik.tk/, karena itu hanya domain gratisan satu tahun yang didapat dari frenom.com. Perlu berhati-hati pula dengan situs berdomain . com .net .org dan gTLD (Generic Top Level Domain) lainnya. Karena domain itu domain umum yang dapat digunakan oleh siapa saja dengan mudahnya.
Situs dengan domain Indonesia dinilai lebih terpercaya, seperti .id .co.id . ac.id .sch.id .or.id .go.id .desa.id dan lain sebagainya. ID menunjukkan Indonesia, untuk memperoleh domain ini dapat dibilang cukup rumit, yaitu harus menggunakan KTP asli, SIUP, SK, dan persyaratan lainnya. So, memilik website dengan domain .id dan kawan-kawannya akan berpikir berulang-kali untuk menyebar berita hoax.